PERAN MAHASISWA DALAM MEWUJUTKANPERTANIAN YANG BERDAULAT DAN BERBASIS EKOLOGIS

Nama     : Muhaimin

Fakultas: Pertanian UMI Makassar

Institusi : Universitas Muslim Indonesia Makassar

Tema :

PERAN MAHASISWA DALAM MEWUJUTKANPERTANIAN YANG BERDAULAT DAN BERBASIS EKOLOGIS

Indonesia merupakan negara yang beruntung yang diberikan kekayaan alam berupa potensi pertanian yang melimpah.Negara yang sangat besar dengan potensi darat dan laut yang melimpah. Indonesia memiliki luas hutan terbesar ke-3 di dunia dengan jutaan spesies flora dan fauna yang di negara lain tidak tersedia. Selain itu, luas lahan pertanian dan perkebunan yang terhampar luas dari ujung barat Indonesia (sabang) hingga ujung timur Indonesia (merauke).

Dan hampir sebagian besar penduduk Indonesia berada di wilayah pedesaan yang bermata pencaharian sebagai petani, buruh tani, nelayan dan lain-lain. Tingkat kesejahteraan petani pun masih rendah, hal ini ditandai dengan kecilnya nilai tukar petani sebagai indikator kesejateraan petani. Pembangunan di sektor pertanian adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh bangsa ini karena pembangunan di sektor pertanian dapat menyelesaikan masalah-masalah seperti kemiskinan, meningkatkan taraf hidup dan menyediakan pangan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Mahasiswa sebagai kader bangsa memiliki peranan penting untuk  kemajuanbangsa. Pada sektor pertanian, mahasiswa pertanian dituntut untuk terus berkarya dalam menciptakan teknologi-teknologi pertanian baru maupun bahan-bahan pangan alternatif yang bisa dikonsumsi sebagai bahan pangan yang dapat memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Peran serta dalam menciptakan teknologi maupun bahan pangan alternatif baru merupakan hal yang ditunggu dalam kemajuan industri pangan maupun pertanian di Indonesia. Hal yang dapat dilakukan dan sudah dilakukan oleh mahasiswa pertanian di Indonesia. Mahasiswa sebagai kader bangsa diibaratkan sebagai pusat dari kemajuan suatu bangsa.

Mahasiswa pertananian sebagai aktor intelektual muda yang memiliki akses cukup besar ke kalangan bawah (masyarakat) maupu kalangan atas (pemerintah) harus mampu berperan dalam proses pembangunan pertanian Indonesia. Mahasiswa pertanian dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah pertanian dengan ilmu yang dimilikinya, kemampuan akademik tidak cukup  dan harus ada kemampuan tambahan seperti sofl skill di bidang lain, dalam membantu percepatan pembangunan pertanian dengan melakukan pendampingan petani, image building of agriculture dan melakukan advokasi-advokasi pertanian yang bisa membantu mensejahterakan petani. Dengan peran-peran itulah pertanian Indonesia akan bangkit dari tangan-tangan pembaharu yakni Mahasiswa Pertanian Indonesia.

Mahasiswa pertanian Indonesia di tuntut untuk membuat gebrakan baru dalam mewujudkan pertanian yang berdaulat akan sumber daya alamnya. Mahasiswa pertanian harus bisa memberikan kostribusi kepada petani dengan melakukan pengabdian yang betul-betul terorganisir dengan baik demi mewujukan pertanian yang berdaulat dan berbasis ekologis.

Ketika kita krisis dokter belum tentu kita mati, ketika krisis ekonomi belum  tentu kita mati kelaparan, ketikan kita krisis pangan pasti kita mati kelaparan, karna pangan adalah salah satu cara untuk memajukan negara  dan menghidupkan masyarakat di dunia.

Maju atau tidanya pertanian indonesia itu tidak terlepas dari perannya mahasiswa itu sendiri, karna mahasiswa adalah salah satu gardan terdepan dalam memajukan pertanian indonesia. Jangan jadi mahasiwa mengerja IPK tinggi tapi bagaimana kita menciptan inovasi baru, dan jangan jadi sarjana pertanian yang mencari lapangan pekerjaan baru, tapi jadilah sarjana pertanian yang menciptakan lapangan pekerjaan yang baru. (Dekan pertanian Unsyiah)

Solusi.

  1. Peran Mahasiwa dalam mengawal kebijakan pemerintah dengan mensinergikan pemikiran-pemikiran dalam mewujudkan pertanian yang berdaulat dan barbasis ekologis
  2. Mahasiswa pertanian Indonesia harus mampu menciptakan inovasi baru dalam membuat lapangan pekerjaan yang baru.
  3. Mahasiswa pertanian Indonesia harus mampu menciptakan bibit-bibit baru dengan melalukan penelitian dalam memajukan pertanian Indonesia.
  4. Mahasiswa pertanian harus mampu berkonstribusi aktif dalam membangun dan memajukan pertanian indonesia

 

 

Iklan

sejarah perjalanan

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Ini ditandai dengan ribuan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke dan memiliki panjang laut nomor satu di Asia. Di Indonesia akan banyak di hiasi oleh beragam suku, budaya, etnis dan kehidupan sosial yang ada disetiap masyarkat menjadi ciri khas di berbagai daerah yang ada di indonesia. Ada beberapa daerah yang memiliki sifat dan karekter kelembutan dan sopan dalam berbicara itu di kenal daerah yang cukup stratesgis yaitu daerah jawa dan sedangkan di daerah sumatra dan sulawesi yang identik dengan sifat yang sangat keras dan memilki hati yang lembut dan sopan dan memilki budaya yang begitu kental sampai sekarang ini, dan terdapat juga peninggalan kerajaan yang masih ada seperti Roterdam dan benteng somba Opu yang masih dirawat dan dijadikan salah satu tempat wisata.

Saya lahir di daerah mayoritas Islam dan di besarkan didaerah yang ramah lingkungan dan berbudi pekerti, saya menyebutkan sebuah kabupaten kecil yang memiliki kekayaan dalam hal budaya dan keindahan alam. Tambora menjadikan saya sebagai salah satu pribadi yang berjiwa sosial, sesuai dengan kehidupan bermasyarakat yang sangat kental di Tambora. Di antara pegunungan dan lembah, menjadikan Tombora sebagai salah satu daerah yang sangat sejuk dan mayoritas masyarakat Tambora adalah beragama Islam. Saya menghabiskan masa kecil yang penuh dengan kenangan di Tombora, seperti mendaki gunung, bermain disawah dan masih banyak permainan yang lainnya belum saya tuangkan di sini.

Akhirnya Saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Kota Makassar. Di Makassar, pendidikan menjadi salah satu prioritas bagi setiap pelajar karena memiliki fasilitas yang memadai. Terdapat banyak sekolah akreditasi baik internasional maupun nasional, bahkan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Makassar menjadi pusat pendidikan terbesar di Sulawesi Selatan. Begitu banyak pelajar yang berbondong-bondong datang dari daerah untuk melanjutkan pendidikan di Kota Makassar. Kehidupan di Kota Makassar sangat kental dengan masyarakat yang keras. Beberapa tahun tinggal di Makassar, terdapat banyak hal yang telah terjadi. Salah satunya adalah pelajar dan mahasiswa yang sering demo yang berujung pada kekerasan atau anarkis. Tak bisa dipungkiri karena itu menjadi salah satu gaya hidup bagi sebagian anak muda di Kota Makassar. Dalam hal pariwisata, Pantai Losari menjadi ikon dan sekaligus kebanggaan bagi masyakarat kota Makassar. Terdapat beberapa peninggalan sejarah yang sangat unik di Makassar, seperti Benteng Somba Opu dan Rotterdam. Untuk infrastruktur pembangunan, boleh dikatakan Makassar sudah menjadi salah satu percontohan untuk menjadikan Kota Makassar menjadi Kota Dunia.

Menjadi seorang mahasiswa itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri karena selangkah lagi menuju kehidupan yang sebenarnya. Ya, saya mahasiswa semester X (spuluh) jurusan Agroteknologi fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia Makassar. Tak terasa waktu sangatlah singkat dan cepat. Begitu banyak kenangan-kenangan yang telah terjadi menjadikan sebuah pengalaman yang indah dalam hidup ini. Pada awalnya, saya memilih kuliah di Universitas Muslim Indonesia Makassar, karena salah satu Universitas Swasta yang memilki Akreditasi Institusi B yang ada di Indonesia Timur.

Dalam perjalanan waktu, saya kemudian merasa nyaman untuk kuliah di Universitas Muslim Indonesia Makassar, yang notabene mahasiswanya beragama Islam. Mungkin itu menjadi kekhasan tersendiri, karena memang semangat ke-Islaman itu ditonjolkan di sini. Saya kemudian bergaul dengan teman-teman seangkatan bahkan junior dan senior. Dalam segi pelajaran, boleh dikatakan Jurusan Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia Makassar memiliki kriteria keunggulan. Kedisiplinan menjadi kekuatan utama di Fakultas Pertanian. Motivasi untuk belajar sangatlah besar karena didukung oleh tenaga pengajar/dosen yang kompeten di bidangnya. Dalam masa belajar, saya juga masuk di berbagai kegiatan/organisasi di lingkup kampus, seperti Unit Kegiatan Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Agroteknologi (HMJA), Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) FP UMI dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan. Saya mengalami betapa besarnya manfaatyang saya dapatkan ketika saya masuk dalam organisasi tersebut. Saya menjadi pribadi yang berpikir kritis, memiliki jiwa sosial yang tinggi, dan belajar untuk menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana.

Saya masuk organisasi no Pemerintah atau biasa kita katakan ORNOP dan begitu banyak Lembaga swadaya Masyarakat yang ada di Propinsi Sulawesi Selatan dan akhir saya mendalami satu organisasi yang berperang dalam Advokasi Lingkungan yaitu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), WALHI SULSEL yang tidak jauh berbeda dengan jurusan yang saya dalami sekarang ini. Disisni saya di ajarkan bagaimana rasanya menjadi orang yang betul-betul mau merelahkan waktunya untuk membantu orang yang di rampas haknya oleh pemerintah yang kita anggap sebagai motor yang akan memperjuangkan hak kita demi kesejahteraan rakyat. Ini menjadi iming-iming belaka bagi masyarakat.

Pada, 25 Januari 2017, saya bersama teman di WALHI Sulsel datang disalah satu kelurahan Tamangapa di kecematan XXXXXX, di tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di salah satu Yayasan Pabbata Ummi, di sini tempat berkumpulnya anak penggulung sampah yang berpendidikan non Formal, Pak Mahmud orang memotori hadirnya Yayasan Pabbata Ummi demi kepentingan rakyat yang belum mendapatkan pendidikan, dan Pak Mahmud sebenarnya mahasiswa lulusan dari Universitas hasanudi Makassar jurusan Sosiologi dan baru mendapatkan gelar sarjana pada tahun 2014, ini akibat terlalu lama bergelut membantu masyarakat dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi.

Di yayasan pabbata ummi, tempat yang sempit dan fasilitas yang cukup memadai dan menpunyai kader yang begitu banyak sekitar 240 orang dan ada juga sudah mendapatkan gelar sarjana S 1 dan S 2 dan menjadi politisi di pemerintah sekarang ini.

Rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT, karena begitu besar perubahan yang telah berubah dalam kehidupan pribadi saya. Karna Lingkungan satu-satunya yang menjadikan saya untuk belajar mengenai arti  dari kehidupan. Terima kasih

Sampah Ku, Kehidupan Ku

sampah ku, kehidupan ku maksusnya, masyarakat yang berada di Wilayah kelurahan Tamangapa, sekitar 30-50 % yang beraktivitas setiap harinya menjadi pemulung.

meraka setiap harinya makan makanan hasil dari memulung sampah-sampah yang ada di lokasi TPAS yang berada  didaerah pinggir kota Makassar  disamping kabupaten Gowa  . sampah yang mereka dapatkan akan di tukar dengan uang/makanan.

Pak Dian mencari nafkah untuk menghidupi satu orang istri dan dua orang anak yang berumur 2-3 tahun, setiap hari pak mansur melakukan aktivitas, mulai dari pagi hari sampai sore hari dan terkadang sampai tengah malam,  dan pendapatan pak mansur setiap hari tidak menentu,pak Dian mengatakakan yang penting bisa makan dan bisa hidup itu cukup katanya. Sungguh keras kehidupan  yang di lalui oleh keluarga pak Dian, pada hal negara kita adalah negara yang memiliki kekayaan dan sumber daya alam yang berlimpah , kenapa masih banyak Rakyat susah mencari makan, masih banyak Rakyat yang Miskin dan masih banyak belum mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah.

BEM FP UMI Menghadirkan Mentri Pertanian RI (AndiAmran Sulaiman)

BEM Fakultas Pertanian UMI Makassar mengadakan kegiatan Seminar Nasional dan Musyawarah Kerja Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) yang di hadiri oleh peserta se -Indonesia Timur, yang tergabung di ISMPI dengan Jumlah peserta Seminar Nasional 1.500 peserta, kegiatan ini berlangsung pada Jum’at, 18-20 November 2016, yang dihadiri langsung oleh beberapa Narasumber dan 2 Moderator.

Narasumber  I: Mentri Pertanian RI (Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP)

II: Dinas Pertanian Propinsi Sulawesi Selatan

III: Ketua BPW PISPI ( Dr. Ir Suhardi Bakri, MP)

Moderator I  : Rektor UMI Makassar (Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA)

II : Wakil Dekan III FP UMI ( Dr. Ir. H. Abdul Haris, MP)

kegiatan ini adalah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat untuk Mahsiswa pertanian  maupun Rakya Indonesia., di kegiatan ini Mentri Pertanian R.I memberikan arahan kepada seluruh peserta Seminar Nasional dan memberikan Motivasi kepada generasi muda untuk membangun pertanian yang ada di daerahnya masing-masing supaya kita bisa berdaulat di negri kita sendiri. ujarnya.

Ketua BEM FP UMI ( Muhaimin)

priode 2015-2016

Orasi Ilmiah: Generasi Mudah Politik Indonesia

 

Sebagai pelatuk pergerakan, sebagai insan yang tercipta dari rahim perjuangan, mari…….!!! tunjukan eksistensi kita selaku Generasi Muda Politik Indonesia. Kita sadari bahwasannya, NKRI tidak hanya membutuhkan politik, melainkan stigma baru dari generasi sepeti kita, sebab nampak jelas kebobrokan pantai demokrasi yang telah dipolitisasi, ciut, hinggap, lalu runtuh dalam kebiadaban penguasa buruk rupa.

Lihat kawan-kawanku, sahabatmu telah usang dalam liang kepahlawananya, kapan lagi pergerakan yang memperjuangkan kemerdekaan hakiki.

Lihat saudara-saudaraku, lantai pertiwi kini cadas dengan gemuruh sumpah para elit celaka yang menjual bait suci Tuhan demi kekuasaannya.

Wahai sahabatku, tidak kah engkau lihat sang saka berkibar enggan dalam menentukan pilihannya, entah ia siapa, sama seperti kolonial yang menjajah rakyatnya sendiri.

Lihatlah wahai rakyat nusantara. Garudapun kini bagaisiluman para komunis, sangar, kejam dan bengis,!!!

Ubah saja lambang negara itu dengan palu dan sabit, sebab bangsa ini mengkhianati sifatnya, Anti komunis tapi kejam melebihi PKI, Anti komunis namun mereka menjajah rakyat dengan bengis,.!!!

Hari ini mereka yang hidup dalam habitat istanah, adalah ular busuk ta bermoral, mereka yang hidup dalam lembah konstitusi, mengetuk palu demi kepentingan, mereka yang hidup dirumah rakyat.. hanya penonton yang berlabel kultur. Hilang  citra bangsa ini.

Kemalangan berpolitik hannyalah milik mereka yang tak punya apa-apa, baik jujur dan religius, namun pencapaian yang diraihpun sangat jauh dari makna integritas. Kompak dan membangun bangsa ini, asas pemanfaatan berjamur dimana-mana, politik adalah jelmaan para siluman haloganisme, mereka tunduk diam dan menyambar, petir hitam bicik dan kejam.

Untuk itu wahai saudara-saudaraku.

Angkatlah kepala yang engkau tundukkan pada hukum yang sama sekali tidak berguna ini, sudah banyak negara yang tak mengenakan hukum merdeka, mereka bebas dengan hak milik, lihat….. lihatlah wahai kaulah muda, bangsa ini adalah boneka Negara lain yang terjual oleh elit celaka, nyawa dan kepala rakyat ini telah lama tercabik oleh pengkhianatan yang bersistem, acap kali negara ini dipermainkan,

Ingatlah wahai generasi bangsa,

Kalimat sakral yang terucap dari bilabial bung karno, sebagaimana ia proklamirkan kemerdekaan bangsa ini,

Bukan para tentara, bukan polisi, bukan merekadari parlemen, namun itu adalah keberanian dari pemuda sperti  kita, mau dibawa kemana bangsa ini wahai tuan-tuan..?

Akankah kau nikmati penderitaan kami,?

Suatu titipan Tuhan yang menunjukan kuasanya, ia menjawab doa doa hamba yang dimarjinalkan,

dengan hadirnya pemimpin baru, sosok yang sederhana namun tegas, inilah sosok yang dicita-citakan bangsa, bang joko dan  kanda Ucup adalah dua serangkai yang sempurna, akan tetapi.. jangan karna pujian ini adalah alasan kalian menjadi congkak, latah dan tak berguna, negara ini perlu penumpasan, bantai mereka dengan massal, sebab benalu-benalu itu hampir menjalar di lehermu wahai pemimpinku, jangan biarkan kami menyaksikan kemalanganmu, jangan biarkan kami merasakan pengkhianatanmu. Teruslah maju.. kami dibelakangmu.!!!

Sebagai generasi yang memiliki tanggung jawab pada cita-cita bangsa, sebagai generasi yang mencintai negara. Aku titipkan kepercayaanku pada pundakmu,

AKU TITIP TANAH AIRKU, aku titip rakyat sebagaimana engkau menjadi pemimpin bangsaku.

Hidup rakyaT…………!!!

Hidup mahasiswa………….!!!

MERDEKA…………….!!!

 

 

#Muhaimin 012 jurusa Agroteknologi.FP UMI

Proposal Evaluasi LaTanaman Karet Di Bulukumba kec. Bulukumpa

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Karet (Havea brasiliensis) merupakan kebutuhan yang vital bagi kehidupan manusia sehari – hari, hal ini terkait dengan mobilitas manusia dan barang yang memerlukan komponen yang terbuat dari karet seperti ban kendaraan, conveyor belt, sabuk transmisi, dock fender, sepatu dan sandal karet. Kebutuhan karet alam maupun karet sintetik terus meningkat sejalan dengan meningkatnya standar hidup manusia.

Menurut International Rubber Study Group Indonesia sebagai produsen karet nomor satu di dunia akhir – akhir ini terdesak oleh dua Negara tetangga : Malaysia dan Thailand. Peranan karet dan barang karet terhadap ekspor nasiona tidak dapat dianggap kecil mengingat Indonesia merupakan produsen karet urutan ke-2 terbesar di dunia dengan produksi sebesar 2,55 juta ton pada tahun 2007 setelah Thailand (produksi sebesar 2,97 juta ton) dan Negara yang memilki luas lahan karet terbesar di dunia dengan luas lahan mencapai 3,4 juta hektar  di tahun 2007 (Siska Amelinda, 2014).

Menurut Ditjen perkebunan, Departemenpertanian luas lahan di idonesia yang dimilki Indonesia pada tahun 2010 mencapai 2,7 – 3,4 juta hektar. Ini merupakan lahan karet yang terluas di dunia.sayangnya perkebunan karet yang luas tidak di imbangi dengan produktivitas yang memuaskan.Produktivitas lahan kaet di Indonesia rata – rata rendah dan mutu karet yang di hasilkan juga kurang memuaskan.Bahkan di pasaran internasional karet Indonesia terkenal sebagai karet bermutu rendah (Siska Amelinda, 2014).

Ada tiga jenis perkebunan karet yang ada di Indonesia yaitu perkebunan Rakyat (PR), perkebunan Besar Negara (PBN) dan perkebunan Besar Swasta (PBS). Dari ketiga jenis perkebunan tersebut, PR mendominasi luas lahan yang mencapai 2,84 juta hektar atau sekitar 85 % dari lahan perkebunan karet. Bila       dilihat pada tahun 2007, luas perkebunan rakyat mencapai 2899,7 ribu hektar sedangkan luas perkebunan besar hanya 514 ribu hektar.

Banyak perkebunan karet yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.Salah satunya di Sulawesi selatan khususnya di Kabupaten Bulukumba. Bulukumba khususnya Kecamatan Bulukumpa merupakan penghasil karet di Sulawesi selatan dengan produksi karet pada pda tahun 2010 sebanyak 7.343 ton yang terdiri dari produksi pertanian rakyat 1.250 ton dan produksi pertanian swasta 6.093 ton. Yang tersebar di 19.900 ha, dimana luas lahan pertanian karet terdiri dari perkebunan rakyat 14,105 ha dan perkebunan swasta 5.975 ha (Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, 2011 dalam Siska Amelinda, 2014).

Dalam gambaran di atas dapat dijelaskan bahwa pertanian karet rakyat dengan luas lahan 14.105 ha memproduksi karet lebih kecil dengan 1.250 ton sedangkan pertanian karet swasta yang memilki lahan yang lebih sedikit yaitu 5.975 ha tetapi dapat memproduksi karet yang lebih besar dengan 6.093 ton.Maka terlihat masalah besar yang di hadapi oleh pertanian karet rakyat.Petani di Kecamatan Bulukumpa mengatasi masalah tersebut selalu dengan melakukan perluasan lahan.Oleh karena itu penelitian evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman Karet di kecamatan Bulukumpa perlu di lakukan, mengingat daerah ini memiliki lahan yang luas dan berpotensi untuk pengembangan tanaman karet.

 

Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan tanaman Karet(Havea brasiliensis)yang dikembangkan di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba.

Kegunaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi Pemerintah dan Masyarakat setempat dalampengembangan karet di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Selain itu menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan guna mendapatkan produksi yang optimal dan berkelanjutan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TINJAUANPUSTAKA

Evaluasi Kesusaian Lahan

Evaluasi lahan merupakan bagian dari proses perencanaan tataguna lahan. Inti evaluasi lahan adalah membandingkan persyaratan yang diminta oleh tipe penggunaan lahan yang akan di terapkan, dengan sifat – sifat atau kualitas lahan yang di miliki oleh lahan yang akan di gunakan. Dengan cara ini, maka akan di ketahui potensi lahan atau kelas kesesuaian/kemampuan lahan untuk tipe penggunaan lahan tersebut (Hardjowigeno, 2007).

FAO (1976) menjelaskan bahwa kesesuaian lahan merupakan proses penilaian kecocokan lahan untuk suatu penggunaan tertentu. Inti evaluasi lahan adalah membandingkan persyaratan yang diminta oleh tipe penggunaan lahan yang akan diterapkan, dengan sifat-sifat atau kualitas lahan yang dimiliki oleh lahan yang akan digunakan (Hardjowigeno, 2007).Evaluasi kesesuaian lahan mempunyai penekanan yang tajam, yaitu mencari lokasi yang mempunyai sifat-sifat positif dalam hubungannya dengan keberhasilan produksi dan penggunaannya.Penilaian lahan pada dasarnya dapat berupa pemilihan lahan yang sesuai dengan tanaman tertentu.Hal ini dapat dilakukan dengan menginterprestasi peta tanah dalam kaitannya dengan kesesuaiannya untuk berbagai tanaman dan tindakan pengelolaan yang diperlukan (Sitorus, 1985).

Tujuan evaluasi lahan menurut FAO 1976 dan Sitorus 1985 adalah menentukan nilai suatu lahan untuk wilayah tertentu. Selanjutnya dikemukakan bahwa, dalam menentukan metode pendekatan yang akan dipergunakan untuk evaluasi lahan terlebih dahulu ditentukan dasar-dasar pokok yang dibutuhkan mencakup ketentuan sebagai berikut :

  1. Kesesuaian lahan harus didasarkan atas penggunaan yang beda memerlukan syarat yang berbeda.
  2. Diperlukan pendekatan lintas disiplin.
  3. Berdasarkan atas penggunaan lahan untuk waktu yang tidak terbatas, sampai kemudian menyebabkan kemunduran atas kerusakan lingkungan.
  4. Evaluasi lahan disesuaikan dengan kondisi fisik lahan, sosial ekonomi daerah.
  5. Diperlukan perbandingan antara keuntungan dan kerugian dalam penggunaan lahan yang direncanakan.

Evaluasi lahan dapat dilakukan pada berbagai tingkat identitas biasanya terdapat dalam berbagai skala. Aisyah 2004 membedakan enam macam survei tingkat identitas, antara lain : survei komplikasi skala (1:1.000.000), survei eksplorasi skala (1:200.000 sampai 1:500.000), survei semi detail (1:300.000 sampai 1:100.000), survei detail skala (1:100.000 sampai 25.000) dan survei intensif skala ≥1:10.000.

Pusat Penelitian Tanah Agroklimatologi Bogor, dalam melaksanakan evaluasi kesesuaian lahan dibedakan kedalam tiga tingkatan yaitu: tinjauan skala 1:250.000 atau lebih kecil, semi detail skala 1:50.000 dan detail skala 1:10.000 sampai 1:25.000 atau lebih besar. Dengan terdapatnya varietas dalam hal jenis jumlah dan kualitas data yang dihasilkan dari tiga tingkat pemetaan tersebut, maka penyajian hasil akhir evaluasi lahan ditetapkan sebagai berikut: pada tingkat tinjauan dinyatakan dalam order, tingkat semi detail dalam kelas/sub kelas, dan pada tingkat detail dalam sub kelas/sub unit (Djaenuddin dan Basumi, 1993).

 

 

Kualitas dan Karakteristik Lahan

Lahan merupakan bagian dari bentang alam yang mencakup pengertian fisik termasuk iklim, topografi, hidrologi bahkan keadaan vegetasi alami yang semuanya secara potensial akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan. Lahan dalam pengertian yang lebih luas termasuk yang telah dipengaruhi oleh berbagai aktivitas manusia baik dimasa lalu maupun masa sekarang.Salah satu bagian dari lahan yang memegang peranan penting dalam menopang semua proses kehidupan, khususnya tumbuh-tumbuhan dan hewan yang kemudian dikonsumsikan oleh manusia ialah tanah (soil). Dengan demikian, ruang lingkup dari lahan (land) jauh lebih luas dari tanah, akan tetapi tanah merupakan obyek yang turut menentukan tipe penggunaan lahan.(Aisyah 2004).

Agar dapat memanfaatkan lahan secara tepat dan berhasil, masalah utama yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengelola serta memilih lahan untuk suatu usaha dan setiap lahan yang akan diusahakan hendaknya dilihat dari segi-segi kesesuaian agar kelestarian dan produksi dari lahan tersebut terus terpelihara dalam waktu yang relative lama.Penggunaan lahan merupakan bagian dari upaya manusia yang sifatnya terus-menerus dalam memenuhi kebutuhannya terhadap sumberdaya lahan yang tersedia.Oleh karena itu, penggunaan lahan sifatnya dinamis mengikuti perkembangan kehidupan manusia dan budayanya (Sitorus, 1985).

Menurut Djaenuddin dan Basuni (1993), kualitas lahan adalah sifat-sifat atau atribut yang kompleks dari satuan lahan, seperti: temperature, ketersediaan air, media perakaran, retensi hara, hara tersedia, dan terrain/potensi mekanisasi, dimana masing-masing kualitas lahan mempunyai keragaman tertentu yang berpengaruh terhadap kesesuaiannya bagi penggunaan tertentu. Kualitas kadang-kadang dapat di ukur atau diestimasi secara langsung di lapangan, tetapi pada umumnya ditetapkan dari pengertian karakteristik lahan.

Setiap karakteristik lahan yang digunakan secara langsung dalam evaluasi lahan sering mempunyai interaksi satu dengan yang lainnya.Karena itu dalam interpretasi/tafsiran perlu mempertimbangkan atau membandingkan lahan dengan menggunakan dalam pengertian kualitas lahan.Sebagai contoh, ketersediaan air sebagai kualitas lahan ditentuka oleh bulan kering dan curah hujan rata-rata tahunan, tetapi air yang dapat diserap tanaman tentu terganggu pula pada kualitas lahan lainnya, kondisi zona perakaran tanaman yang bersangkutan.Kualitas lahan dan karakteristik lahan lainnya masih bisa di tambah atau dikurangi sesuai dengan tingkat dan tujuan evaluasi lahan.

Klasifikasi Kesesuaian Lahan Menurut Sistim FAO (1976)

  1. Kesesuaian Lahan Pada Tingkat Ordo (Order)

Pada tingkat ordo di tunjukkan, apakah suatu lahan sesuai atau tidak sesuai untuk suatu jenis penggunaan lahan tertentu. Di kenal ada 2 (dua) ordo, yaitu :

  1. Ordo S (sesuai) : lahan yang termasuk ordo ini adalah lahan yang dapat di gunakan dalam jangka waktu yang tidak terbatas untuk suatu tujuan yang telah di pertimbangkan. Keuntungan dari hasil pengelolaan lahan itu akan memuaskan setelah dihitung dengan masukan yang di berikan. Tanpa atau sedikit resiko kerusakan terhadap sumberdaya lahannya.
  2. Ordo N (tidak sesuai): Lahan yang termasuk ordo ini adalah lahan yang mempunyai kesulitan sedimikian rupa, sehingga mencegah penggunaannya untuk suatu tujuan yang telah di rencanakan. Lahan dapat di golonkan sebagai tidak sesuai untuk digunakan bagi usaha pertanian karena berbagai penghambat, baik secara fisik (lereng sangat curam, berbatu – batu, dan sebagainya) atau secara ekonomi (keuntungan yang di dapat lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan).
  3. Kesesuaian Lahan Pada Tingkat Kelas

Kelas Keseuaian adalah pembagian lebih lanjut dari ordo dan menunjukkan tingkat kesesuaian dari ordo tersebut.Kelas di beri nomor urut yang di tulis di belakang symbol ordo, dimana nomor ini menunjukkan tingat kelas yang makin jelek bila makin tinggi nomornya.

Banyaknya kelas setiap ordo sebetulnya tidak terbatas, akan tetapi dianjurkan hanya memkai tiga sampai lima kelas dalam ordo S dan dua kelas dalam ordo N. Jumlah kelas tersebut harus didasarkan kepada keperluan minimum untuk mencapai tujuan – tujuan penafsiran.

Jika tiga kelas yang di pakai dalam ordo S dan dua kelas yang di pakai  dalam ordo N, maka pembagian serta definisi secara kualitatif adalah sebagai berikut :

  1. Kelas S1: sangat sesuai (highly suitable). Lahan tidak mempunyai pembatas yang besar untuk pengelolaan yang di berikan, atau hanya mempunyai pembatas yang tidak secara nyata berpengaruh terhadap produksi dan tidak akan menaikkan masukan yang telah biasa di berikan.
  2. Kelas S2: cukup sesuai (moderately suitable). Lahan mempunyai pembatas – pembatas yang agak besar untuk mempertahakan tingkat pengolahan yang harus di terapkan. Pembatas akan mengurangi produk atau ke untungan dan meningkatkan masukan yang diperlukan.
  3. Kelas S3: sesuai marginal (marginally suitable) Lahan mempunyai pembatas – pembatas yang besar untuk mempertahankan tingkat pengelolaan yang harus di terapkan. Pembatas akan mengurangi produksi dan keuntungan atau lebih meningkatkan masukan yang di perlukan.
  4. Kelas N1: tidak sesuai pada saat ini (currently not suitable). Lahan mempunyai pembatas yang lebih besar, masih memungkinkan diatasi, tetapi tidak dapat di perbaiki dengan tingkat pengelolaan dengan modal normal. Keadaan pembatas sedemikian besarnya, sehingga mencegah penggunaan lahan yang lestari dalam jangka panjang.
  5. Kelas N2: tidak sesuai untuk selamanya (permanently not suitable) lahan mempunyai pembatas permanen yang mencegah segala kemungkinan penggunaan lahan yang lestari dalam jangka panjang.
  6. Kesesuaian Lahan Pada Tingkat Sub – Kelas

Sub – kelas kesesuaian lahan mencerminkan jenis pembatas atau macam perbaikan yang di perlukan dalam kelas tersebut.

Tiap kelas dapat terdiri dari satu atau lebih sub – kelas, tergantung dari jenis pembatas yang ada. Jenis pembatas ini di tunjukkan dengan symbol huruf kecil yang di tempatkan setelah symbol kelas. Misalnya kelas S2 yang mempunyai pembatas kedalaman efektif (s) dapat menjadi sub – kelas S2s. Dalam satu sub – kelas dapat mempunyai satu, dua, atau paling banyak tiga simbol pembatas, dimana pembatas yang paling dominan di tulis paling depan. Misalnya, dalam sub – kelas S2ts maka pembatas keadaan topografi (t) adalah pembatas yang paling dominan dan pembatas kedalaman efektif (s) adalah pembatas kedua atau tambahan.

4.Kesesuaian Lahan Pada Tingkat Unit

Kesesuian lahan pada tingkat unit merupakan pembagian lebih lanjut dari sub – kelas berdasarkan atas besarnya faktor pembatas. Semua unit yang berada dalam satu sub – kelas mempunyai tingkat kesesuaian yang sama dalam kelas dan mempunyai jenis pembatas yang sama pada tingkat sub – kelas.

Unit yang satu berbeda dengan unit lainnya karena kemampuan produksi atau dalam aspek tambahan dari pengelolaan yang di perlukan dan sering merupakan pembedaan detil dari pembatas – pembatasnya. Diketahuinya pembatas secara detil memudahkan penafsiran dalam mengelola rencana suatu usaha tani.

Pemberian symbol dalam tingkat unit dilakukan dengan penambahan    angka – angka Arab yang di pisahkan oleh strip dari simbol sub-kelas. Misalnya S2e-1, S3e-2 dan sebagainya. Unit dalam satu sub-kelas jumlahnya tidak terbatas.

Tanaman Karet (Havea brasiliensis)

Tanaman karet (Havea brasiliensis)berasal dari negara  Brazil.Tanaman ini merupakan sumber utama bahan tanaman karet alam dunia. Jauh sebelum tanaman karet ini dibudidayakan, penduduk asli diberbagai tempat seperti: Amerika Serikat, Asia dan Afrika Selatan menggunakan pohon lain yang jugamenghasilkan getah. Getah yang mirip lateks juga dapat diperoleh dari tanaman Castillaelastica(family moraceae).

Sekarang tanaman tersebut kurang dimanfaatkan lagi getahnya karena tanaman karet telah dikenalsecara luas dan banyak dibudidayakan.Sebagai penghasil lateks tanaman karet dapat dikatakan satu-satunya tanaman yang dikebunkan secara besar – besaran(Setiawan, 2005).

Karet cukup baik dikembangkan di daerah lahan kering beriklim basah. Tanaman karet memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan komoditas lainnya, yaitu: (1) dapat tumbuh pada berbagai kondisi dan jenis lahan, serta masih mampu dipanen hasilnya meskipun pada tanah yang tidak subur, (2) mampu membentuk ekologi hutan, yang pada umumnya terdapat pada daerah lahan kering beriklim basah, sehingga karet cukup baik untuk menanggulangi lahan kritis, (3) dapat memberikan pendapatan harian bagi petani yang mengusahakannya, dan (4) memiliki

Prospek harga yang cukup baik, karena kebutuhan karet dunia semakin meningkat setelah China membuka pasar baru bagi karet IndonesiaSecara lengkap, tanaman karetdiklasifikasikan sebagai berikut :

Divisi: Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Kelas: Dicotyledonae

Ordo: Euphorbiales

Family: Euphorbiaceae

Genus : Hevea

Spesies: Hevea brasiliensisMuell Arg.

(Setyamidjaja, 1993).

Syarat Tumbuh Tanaman Karet

1.Iklim

Daerah yang cocok adalah pada zone antara 150 LSdan 150 LU, dengan suhu harian 25 – 30oC.

 

2.Curah hujan

Tanaman karet memerlukan curah hujan optimalantara 2.000 – 2.500 mm/tahun dengan hari hujan berkisar 100 s/d 150 HH/tahun.Lebih baik lagi jika curah hujan merata sepanjang tahun.Sebagai tanaman tropis, karet membutuhkan sinar matahari sepanjang hari, minimum 5 – 7 jam/hari.

  1. Tinggi tempat

Tanaman karet tumbuh optimal pada dataran rendahdengan ketinggian 200 m – 400 m dari permukaan laut(dpl). Pada ketinggian > 400 m dpl dan suhu harian lebih dari 30oC, akan mengakibatkan tanaman karet tidak bias tumbuh dengan baik.

  1. Angin

Kecepatan angin yang terlalu kencang pada umumnyakurang baik untuk penanaman karet.Tanaman karetmerupakan pohon yang tumbuh tinggi dan berbatangbesar.Tinggi pohon dewasa mencapai 15 – 25 m. Batang tanaman biasanya tumbuh lurus dan memiliki percabangan yang tinggi di atas.

5.Tanah

Berbagai jenis tanah dapat sesuai dengan syarattumbuh tanaman karet baik tanah vulkanis maupun alluvial.Pada tanah vulkanis mempunyai sifat fisika yang cukup baik terutama struktur, tekstur, solum,kedalaman air tanah, aerasi dan drainase, tetapi sifat kimianya secara umum kurang baik karena kandungan haranya rendah.Sedangkan tanah alluvial biasanya cukup subur, tetapi sifat fisikanya kurang baik sehingga drainase dan aerasenya kurang baik.Tanah – tanah kurang subur seperti podsolik merah kuning yang ada di negeri ini dengan bantuan pemupukan dan pengelolaan yang baik bisa dikembangkan menjadi perkebunan karet dengan hasil yang cukup baik.Padas pada lapisan olah tanah tidak disukai tanamankaret karena mengganggu pertumbuhan dan perkembangan akar, sehingga proses pengambilan hara dari dalam tanah terganggu. Derajat keasaman mendekati normal cocok untuk tanaman karet, yang paling cocok adalah pH 5 – 6.Batas toleransi pH tanah adalah 4 – 8. Sifat – sifat tanah yang cocok pada umumnya antara lain; aerasi dan drainase cukup, tekstur tanah remah, struktur terdiri dari 35% tanah liat dan 30% tanah pasir, kemiringan lahan <16% serta permukaan air tanah < 100 cm.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba, yang berlangsung dari bulan September sampai dengan Desember2016. Penelitian ini meliputi;

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan selama 10 tahun (2003-2013) yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kabupaten Maros.Peta penggunaan lahan, peta lereng dan peta tanah dengan skala masing-masing1 : 100.000 yang diperoleh dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba.

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah meteran, abney level, kantong plastik, cangkul, gunting, pisau, sampel tanah, dan seperangkat alat laboratorium seperti timbangan, botol film, gelas ukur dan alat tulis menulis.

 

MetodePenelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yang meliputi empat tahap yaitu :

  1. Tahap Pengumpulan Data

Data yang diperlukan meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data-data meliputi pengumpulan informasi sumberdaya lahan yang tersedia pada berbagai dinas dan instansi terkait seperti : temperature curah hujan 10 tahun terakhir dari badan meteorology klimatologi dan geofisika kabupaten Maros dan kelerengan, permukaan dan bahaya banjir.

  1. Tahap Pelaksanaan
  2. Pembuatan peta kerja atau unit lahan

Peta unit lahan diperolah dari hasil overly antara peta penggunaan lahan dengan peta tanah dan peta lereng.Peta ini merupakan peta kerja sekaligus menjadi petunjuk dalam menentukan titik – titik pengambilan sampel tanah dilapangan.

  1. Pengamatan dan pengambilan sampel tanah

Untuk mengetahui data karekteristik tentang lahan, maka dilakukan pengamatan sekaligus pengambilan sampel tanah.Persiapan pengamatan profil berdasarkan petunjuk yang dikemukakan dalam pedoman pengamatan tanah di lapangan.Hal-hal yang diamati seperti topografi, vegetasi, struktur tanah, ada tidaknya batuan permukaan, batuan singkapan, porositas, konsistensi, kedalaman tanah dan kedalaman perakaran, (Anonym, 1969).

Contoh tanah yang diambil dari setiap lapisan berdasarkan horizon yang dimulai dari lapisan bawah.

  1. Analisis Tanah

Contoh tanah yang digunakan untuk menganalisa sifat fisik tanah dan sifat kimia tanah terlebih dahulu dikering udarakan.Sifat tanah yang dianalisis disesuaikan dengan informasi yang diperlukan untuk penelitian kesesuaian lahan berdasarkan metode FAO.

Tabel 1.Parameter dan Metode Pengukuran Analisis Biofisik Lahan di Kecamatan Bulukumpa.

No. Parameter Metode
1.

2.

3.

4.

5.

6.

Tekstur

KTK tanah

pH tanah

N-total

P2O5

K2O

Hydrometer

Ekstrak NH4OAc ph 7,0

Gelas elektroda

Kjehdahl

Olsen

Ekstrak KCl 25%

 

  1. Interprestasi Data Untuk Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan

Penentuan kelas kesesuaian lahan digunakan karakteristik lahan melalui evaluasi yaitu temperatur rata-rata tahunan, bulan kering, curah hujan rata-rata tahunan (mm), kelas draenase, tekstur tanah, kedalaman perakaran (cm), kapasitastukar kation (KTK), pH tanah, N-total (%), P2O5 tersedia, K2O tersedia, salinitas (mm hos/cm), lereng (%), batuan permukaan dan singkapan batuan. Data yang diperlukandihubungkan dengan faktor penentu kelas kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk besar.Penentuan kelas kesesuaian lahan ini berdasarkan pada metode FAO dengan menggunakan pendekatan pembatas.

  1. Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Karet

Setelah mendapat hasil analisis laboratorium dan pengamatan dilapangan, maka selanjutnya dapat menentukan tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk besar hingga kategori sub-kelas serta menentukan kelas kasesuaian lahannya berdasarkan karakteristik lahan yang telah diamati.  Penentuan kelas kesusesuaian lahan dilaksanakan dengan cara mengklasifikasikan antara kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk besar dengan sifat karakteristik lahan.

Metode evaluasi lahan yang digunakan dengan mengacu kepada faktor pembatas minimum dari sebagai karakteristik lahan. Faktor pembatas minimum tersebut merupakan kelas kesusaian lahan aktual yang dapat memberikan gambaran akan potensi lahan untuk saat ini. Dilakukannya tindakan perbaikan untuk dapat meningkatkan kelas kesesuaian lahanaktual menjadi kelas kesesuaian lahan potensial. Penentuan kelas kesesuaian lahan antara kualitas/karakteristik lahan dengan berdasarkan table FAO untuk kriteria atau karakteristik tanaman karet yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini sebagai berikut :

 

Sampah Ku Kehidupan Ku

Sampah Ku, Kehidupan Ku maksudnya, sampah yang berada di kelurahan Tamangapa, kecematan Manggala kota Makassar, adalah salah satu mata pencarian masyarakat yang ada di situ, tidak ada lagi pekerjaan cocok buat merekan selain menjadi penmulung menginggat latar belakang pendidikan mereka yang terbatas, akhirnya mereka mengambil jalan yang sangat butuh sekali, sebenarnya mereka tidak mau menjadi pemulung, akibat kehidupan ekonomi semakin hari semakin meningkat yang tidak sejalan dengan kehidupan yang mereka alami sekarang ini.

Rumah pak makmur yang berada di kelurahan Tamangapa yang di kelilingi oleh sampah yang banyak mulai dari sampah organik dan sampah an organik, sampah yang datang dari pusat kota sampai ujung timur, selatan dan utara akan di kumpul di sini, meraka kehabisan akal mau tinggal di mana lagi selain tinggal dan menetap di situ, dan ini salah satu jalan, menginggat kota begitu berkembang dan harga tanah juga di kota makassar yang begitu mahal.

Pak Mahmur mencari nafkah untuk menghidupi satu orang istri dan dua orang anak yang berumur 2-3 tahun, setiap hari pak mahmur melakukan aktivitas, mulai dari pagi hari sampai sore hari dan terkadang sampai tengah malam,  dan pendapatan pak mahmur setiap hari tidak menentu, pak mahmur mengatakakan yang penting bisa makan dan bisa hidup itu cukup katanya. Sungguh miris kehidupan ini, pada hal negara kita adalah negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah dan memiliki panjang laut nomor satu di Asia, kenapa masih banyak Rakyat susah mencari makanan, masih banyak Rakyat yang Miskin dan masih banyak belum mendapatkan pendidikan yang layak.

Masih banyak Rakyat yang tidak memiliki rumah dan masih banyak rakyat yang belum meendapatkan pendidikan sebagaimana yang di atur dalam UU no. 20 tahun 2003 tentang pendidikan Nasional, pasal 1-5  yang mengatakan, 1. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, 2. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, 3. Pemerintah mengusahakan dan menyenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak yang mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang di atur dengan undang-undang, 4. Negara memprioritaskan anggaran sekurang-kurangnya 20 % dari anggaran pendapan dan belanja negara serta anggaran pendapatan dan belaja daerah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan nasional, 5. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradapan serta kesejahteraan umat manusia.

Untung mencapai bangsa yang bermoral dan sejahtera maka di perlukan kualitas pendidikan yang baik dan sesuai. Pendidikan itu penting dalam meningkatkan moral dan kecerdasan bagi penerus bangsa. Bangsa yang menjadi pemimpin dan teladan adalah bangsa yang memberikan kesempatan kepada warganya untuk mendapatkan pendidikan yang baik karena awal dari kemajuan bangsa di lihat dari kualitas pendidikannya.

Ini semua adalah sebuah landasan rakyat indonesia yang tidak di jalankan oleh pemerintah hari ini, aturan hanya untuk orang-orang kaya dan orang asing yang setiap hari menanam modal di indonesi sedangkat aturan ini haram hkumnya ketika di peruntungkan oleh orang-orang miskin atau rakyat jelata seperti kita ini.